Plumbum

Itsar vs Empati

Posted on: March 6, 2010

Itsar dan Empati sepertinya merupakan dua kata yang memiliki kemiripan dari segi pengertian dan makna. Bedanya Itsar berasal dari bahasa Arab sedangkan Empati berasal dari bahaya Yunani. Bedanya lagi mungkin masih banyak, meski persamaan juga banyak. Keduanya sangat layak untuk kita pupuk dalam kehidupan besosial dan bermasyarakat, bahkan sangat layak jika kita bertujuan untuk membentuk kehidupan masyarakat yang maju dan terpandang.

Empati berasal dari bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti “ketertarikan fisik”. Sehingga dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang. Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati juga sering disebut resonansi perasaan. ya… Resonansi adalah ikut bergetarnya benda lain karena persamaan frekuensi. Sedemikian hingga jika kita ingin bisa empati kita musti menyamakan frekuensi kita dengan yang bersangkutan.

Empati sangat diperlukan dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat, karena empati yang timbul membuktikan bahwa kita masih memiliki perasan, perasaan yang mampu beresonansi dengan perasaan orang lain meski kita tidak mengalami sendiri. Sedangkan dengan terbuktinya ada perasaan dalam diri kita membuktikan bahwa kita masih Manusia yang hidup.

Itsar adalah sikap dan perasaan mementingkan saudaranya diatas kepentingannya sendiri, dengan Itsar betapa indahnya dan majunya kehidupan masyarakat yang akan terbentuk. Namun perlu diingat bahwa Itsar dapat diterapkan dalam segala hal dalam kehidupan ini, kecuali dalam hal ibadah, karena dalam hal ibadah kita salang berlomba untuk melakukan yang terbaik dan dengan cara yang baik.

Banyak referensi yang cukup meyakinkan akan keindahan penerapan sikap Itsar dalam kehidupan bermasyarakat.Salah satunya disebutkan dalam kejadian  Alquran yang  mengemukakan kepada kita gambaran yang terang tentang masyarakat Islam di Madinah yang nampak di dalamnya makna itsar dan pengorbanan, tidak pelit dan tidak bakhil. Allah berfirman:

“Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al Hasyr: 9)

Itsar dan Empati merupakan dua hal yang sangat perlu dipupuk dalam kehidupan masyarakat kita saat ini. Merupakan pondasi dasar yang diperlukan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Dua Hal yang dapat menyatukan segala perbedaan. Kedua hal tersebut bukan hal yang mudah untuk dilakukan, berbagai ego, kepentingan dan penyakit hati sering menghalangi. Namun layak kita coba untuk memulai memupuknya dari sekarang dan dari yang kecil dan sederhana.

“Sebaik-baik pemimpin kamu adalah orang-orang yang kamu mencintai mereka dan mereka mencintai kamu, kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakan kamu.” (HR. Mus1im)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

March 2010
M T W T F S S
« Dec   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 99,684 hits

Top Clicks

  • None

Archives

%d bloggers like this: