Plumbum

Sujudku pada Mu

Posted on: January 1, 2008

Sujud dalam agama Islam dibagi menjadi tiga macam, yaitu Sujud Syukur, Sujud Syahwi dan Sujud Tilawah. Sujud merupakan salah satu bentuk bahasa tubuh yang menyatakan bahwa kita benar-benar tunduk terhadap Allah. Dari masing-masing sujud di atas memiliki maksud sendiri-sendiri.Dalam artikel ini akan di bahas secara khusus mengenai sujud tilawah.

Sujud Tilawah merupakan sujud yang dilakukan ketika seseorang mendengar atau membaca ayat sajdah, baik dalam musaf atau dalam hati, di dalam sholat maupun di luar sholat. Tilawah berarti bacaan, sehingga sujud tilawah adalah sujud bacaan. Sujud Tilawah hukumnya adalah sunah mu’akad, sehingga tidak pantas untuk ditinggalakan.Namun, Sujud tilawah tidaklah wajib dan tidak pula berdosa bila tertinggal, sebab terdapat keterangan bahwa ketika Umar bin Khattab berada di atas mimbar, ia membaca ayat sajdah dalam surat al-Nahl, lalu ia turun dan sujud. Tetapi pada Jum’at yang lainnya ia tidak sujud walau membaca ayat sajdah. Lantas ia berkata : “Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan kita agar bersujud kecuali jika mau”. Hal ini disampaikan di hadapan para sahabat.

Juga diterangkan bahwa Zaid bin Tsabit membacakan ayat sajdah dalam surat al-Najm di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun ia tidak sujud, tentu Zaid akan disuruh sujud oleh Nabi jika hal itu wajib. Dengan demikian, sujud tilawah adalah sunnat mu’akkad, yakni jangan sampai ditinggalkan walau terjadi pada waktu yang dilarang, setelah Fajar umpamanya, atau ba’da Ashar, sebab sujud tilawah, termasuk sujud yang punya sebab, sama halnya dengan shalat tahiyyatul mesjid atau lainnya.

Shahabat Abu Hurairah r.a. berkata:

“Dulu kami bersujud bersama Rasulullah Saw. dalam surah ‘Idzas samaa un syaqqat’ dan ‘Iqraa bismi Rabbikalladzii khalaq’.” (HR. Muslim)

Shahabat Ibn Abbas r.a. berkata:

“Surah Shaad tidak termasuk Azaaim sujuud (sujud yang dianjurkan), namun aku pernah melihat Rasulullah Saw. bersujud pada saat membaca surah itu.” (HR Bukhari)

Menurut Imam Ahmad, ayat sajdah dalam Al-Quran itu ada 15, yaitu:

1. Akhir surah Al-A’raaf;
2. Ayat 15 surah Ar-Ra’d;
3. Ayat 49 surah An-Nahl;
4. Ayat 109 surah Al-Israa;
5. Ayat 58 surah Maryam;
6. Ayat 18 surah Al-Hajj;
7. Ayat 77 surah Al-Hajj;
8. Ayat 60 surah Al-Furqan;
9. Ayat 26 surah An-Naml;
10. Ayat 15 surah As-Sajdah;
11. Ayat 24 surah Shaad (yang disebut shahabat Ibn Abbas di atas);
12. Ayat 37 surah Fus-Shilat;
13. Ayat 62 surah An-Najm;
14. Ayat 21 surah Al-Insyiqaaq;
15. Ayat 19 surah Al-‘Alaq (ini dan sebelumnya adalah yang shahabat Abu Hurairah r.a. di atas).

Menurut Imam syafi’i, hanya ada 14 ayat. Beliau tidak memasukkann ayat 24 surah Shaad (nomor 11) sebagai ayat sjadah. Menurut beliau sujud di situ sujud syukur. (Lebih jauh bacalah Ibanat al-Ahkaam jilid I hal 481-488).

Caranya: Apabila –saat membaca Al-Quran– Anda sampai pada ayat sajdah tersebut, takbirlah (Allaahu Akbar) dan bersujudlah dengan khusuk.

Kalau Anda berada dalam salat, sehabis sujud tilawah, kembalilah ke posisi semula (kembali berdiri meneruskan bacaan atau jika ayat tersebut merupakan akhir bacaan Anda –terus rukuk).

Nah, dari keterangan ini, jelaslah perbedaan antara sujud tilawah dengan sujud sahwi yang kita lakukan karena kealpaan pada saat salat, atau sujud syukur yang kita lakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan.

Shahabat Abu Bakrah r.a. menceritakan:

“Bahwa Nabi kita Saw. jika kedatangan berita gembira selalu bersujud kepada Allah.” (HR kelima tokoh hadis kecuali an-Nasa’i)

Adapun bacaan ketika sujud tilawah, ada dua riwayat yang dapat saya kemukakan. Pertama, dari Sayyidatina ‘Aisyah r.a., katanya: “Nabi Saw. pernah dalam sujudnya karena membaca Al-Quran suatu malam membaca:

Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa shouwarohu wa syaqo sah’ahu wa bashorohu bihau lihi waqoutah(i)

“Wajahku bersujud kepada Yang menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.” (HR lima tokoh imam hadis kecuali Ibn Majah)

Yang kedua dari shahabat Ibn Abbas ra.a.:

Allahummahthuth ‘annii biha waktublii bihaa ‘andaka ajron waj’alhalii ‘indaka dzuhroo

“Ya Tuhanku, hapuskanlah dosa dariku dengan sujud ini dan catatlah pahala untukku dengan sujud ini, dan jadikanlah sujud ini sebagai simpanan untukku di sisi-Mu.” (HR Ibn Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 99,684 hits

Top Clicks

  • None

Archives

%d bloggers like this: