Plumbum

Orang Jawa Tulen

Posted on: May 11, 2007

Pada suatu desa di pulau jawa, hiduplah seorang janda miskin yang tengah hamil dan baru saja ditinggal mati oleh suaminya. Janda yang asli orang jawa ini, hidup dalam keadaan serba pas-pasan apalagi setelah ditinggal mati oleh suaminya. Ia hidup sendiri di gubuk tua di desa tempat kelahirannya.

Satu-satunya hal yang berharga adalah bayi yang sedang dikandungnya. Ditunggunya kelahiran sang jabang bayi dengan sabar sembari terus berjuang mempertahankan hidupnya. Sembilan bulan sepuluh hari telah berlalu, semakin besar pula kandungannya, namun sang jabang bayi yang seharusnya sudah lahir ke dunia ini belum juga terjadi. Tanda-tanda keanehan mulai terjadi, karena di usia kandungan yang sudah 1 tahun kelahiran belum juga terjadi. Meskipun kondisi perutnya yang semakin membesar, dari hari ke hari Janda tua tersebut tekun dan tabah menghadapinya.

Janda tersebut tidak berani ke dokter untuk memeriksakan kandungannya karena tidak ada biaya untuk membayar. Dua puluh tahun sudah berlalu sejak wanita ini dinyatakan hamil. Dengan tabungannya yang terkumpul akhirnya ia memberanikan diri untuk mengunjungi Dokter Ahli kandungan guna memeriksakan kandungannya.

Setelah melakukan diagnosa sang dokter memutuskan untuk melakukan bedah cesar terhadap janda tua tersebut. Dan pada hari yang telah disepakati, pembedahan pun dilakukan. Dokter sangat terkejut saat mengetahui di dalam kandungan wanita itu bukannya bayi namun dua orang dewasa kembar yang telah berkumis dan berjenggot. Karena keheranan, sang Dokter pun bertanya kepada dua orang tersebut “Kenapa kalian tidak lahir pada waktu yang telah ditentukan yaitu sembilan sepuluh hari”. Dengan serempak saudara kembar tersebut menjawab. “Pada saat hari kelahiran tiba kami saling mempersilahkan”. Salah satu dari mereka melanjutkan, “ Saya merasa bahwa saudara saya ini lebih layak untuk lahir lebih dulu, saya sungkan kalau harus mendahuluinya”. Orang yang satunya pun menyahut “Saya juga sungkan untuk mendahulu saudara saya ini”. Jadi selama ini mereka hanya saling mempersilahkan karena sungkan.

3 Responses to "Orang Jawa Tulen"

Afwan..numpang ngasi komentar😉
Wah..kasian sekali ibunya harus mengandung 20 th, tega banget tuh anaknya menyiksa sang ibu.
Hebat juga ga da yang ngajarin ngomong tapi udah bisa ngomong dalam kandungan.
Ga kebayang perutnya sebesar apa kalo ngandungnya sampe 20 taun.
Btw, kenapa judulnya orang jawa tulen?kayanya ga begitu berpengaruh pada isi ceritanya.

betuuullll jg ya…😉

gapenting buat ora jw?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

May 2007
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 99,684 hits

Top Clicks

  • None

Archives

%d bloggers like this: