Plumbum

Lumpur

Posted on: June 1, 2007

Lumpur, begitu mendengar kata lumpur, dalam pikiran kita pasti akan tersirat bayangan cairan yang kental, berwarna coklat seperti tanah dan kotor. Populeritas lumpur juga mulai naik daun sejak satu tahun lalu saat Lapindo brantas mengalami musibah dan mengeluarkan Lumpur, yang populer disebut Lumpur Lapindo, yang menarik perhatian seluruh bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia. Ya..memang seperti itulah gambaran lumpur secara umum. Namun dalam tulisan ini tidak akan dibahas lumpur dalam gambaran umum tersebut, namun secara khusus akan membahas mengenai lumpur pengeboran.

Lumpur pengeboran dalam proses pengeboran berfungsi seperti layaknya darah. Darah dalam tubuh berungsi untuk sistem sirkulasi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, membawa sari-sari makanan bahkan membawa dan meit ngeluarkan kotoran atau penyakit yang ada di dalam tubuh manusia. Lumpur dalam pengeboran juga berfungsi tidak jauh dari fungsi darah tersebut. Lumpur pengeboran memiliki fungsi utama untuk mengangkat serbuk bor yang dihasilkan dari gerusan pahat dari dasar lubang untuk diangkat keatas. Meski masih banyak fungsi-fungsi lain yang tidak kalah dengan fungsi utama tersebut. Fungsi lain dari lumpur pengeboran antara lain: menahan tekanan formasi, mendinginkan dan melumasi pahat serta rangkaian pengeboran, menahan sebagian berat pipa bor dan selubung, media penyedia informasi tentang lapisan yang di bor dan lain-lain. Lumpur pengeboran dapat berfungsi seperti itu karena memiliki sifat-sifat khusus.

Beberapa sifat lumpur yang perlu dan umumnya sering diukur di lapangan pengeboran adalah viskositas, berat jenis dan pH. Viskositas merupakan tingkat kekentalan dari lumpur. Alat yang digunakan untuk mengukurnya adalah viscometer. Berat jenis didefinisikan sebagai berat per unit volume, dinyatakan dalam satuan ppg; gr/cc, kadang-kadang berat lumpur dinyatakan dengan specific gravity yaitu perbandingan antara berat jenis lumpur dengan berat jenis air. pH adalah tingkat keasaman Lumpur pengeboran yang dapat diketahui dengan menggunakan pH meter.

Kejadian menarik pernah terjadi di suatu lapangan pengeboran berkaitan dengan sifat-sifat lumpur diatas. Pada suatu pagi saat pekerjaan pengeboran sedang berlangsung di suatu lokasi, Seorang kepala pengeboran melakukan inspeksi ke lapangan untuk memeriksa kondisi lumpur pengeboran. Dia bertemu dengan seorang petugas lumpur (disebut sebagai Mud Boy), sang Kepala pengeboran bertanya kepada Mud Boy tersebut mengenai sifat-sifat lumpur. “Berapa Viskositas lumpur kita sekarang?”, tegur Kepala Pengeboran kepada Mud Boy. Beberapa saat kemudian Mud Boy menggayuh dan mengguyurkan lumpur pengeboran yang berada dalam tanki lumpur dengan tangannya dan kemudian menjawab dengan meyakinkan “16 pak!”. Kemudian sang Kepala Pengeboran melanjutkan pemeriksaanya dengan menanyakan pertanyaan “Kalau berat lumpurnya berapa sekarang?”. Dengan sigap si Mud Boy kembali memasukkan tangannya kedalam lumpur pengeboran, mengambil dan mengangkat lumpur dan kemudian menjawab dengan tegas pula “11 Pak”. Pertanyaan terakhir Kepala Bor adalah mengenai pH lumpur. Tiba-tiba si Mud Boy meludah ke dalam tangki lumpur dan dengan lantang menjawab “12 pak”.

Tahukah Anda kenapa Kepala Bor percaya dengan semua tidakan dan cara pengukuran sifat lumpur yang dilakukan oleh Mud Boy. Memang sebagai seorang pemimpin harus mempercayai bawahannya namun jika yang dilakukan sudah tidak dapat kita terima akan kah kita tetap mempercayainya. Dalam kasus ini berbeda Kepala Bor percaya karena sudah tahu apa yang terjadi. Karena di pagi hari sebelum pekerjaan di mulai Si Mud Boy sudah mengukur semua sifat-sifat lumpur. Viskositas dengan viscometer, Berat dengan Mud Balance dan pH dengan pH meter. Jika kita tidak mengetahui apa yang terjadi ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Marah-marah dan tidak percaya dengan Mud Boy karena caranya yang aneh. Atau berpikir jernih dan menanyakan dengan lebih detil serta percaya kepada Mud Boy. Pilihan, ya hidup memang selalu diharuskan untuk memilih.

3 Responses to "Lumpur"

tanya dong,
kalu berat jenis dan heating value lumpur pengeboran hasil dari belt filter press berapa yah, thanks

secepatnya saya tunggu

hmm…saya bukan ahlinya sich, tapi setahu saya, berat jenis dan heating value lumpur itu tergantung banyak parameter, yang diantaranya adalah jenis lumpur yang digunakan (propertiesnya bisa sangat beragam), formasi, kedalaman dan lain-lain.

THx..

pa mau nanya berat jenis lumpur yg di ijinkan berapa?
makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

June 2007
M T W T F S S
« May   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Recent Comments

Adlan on HSE
imam on Safety
Bowo Rusena on HSE
Hery on HSE
cahclp on HSE
girlshopaholic on HSE
Pengertian HSE | on HSE

Blog Stats

  • 88,266 hits

Top Clicks

  • None

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: