Posted by: yoma on: December 5, 2009
Kecantikannya sementara dan sebentar lagi akan lenyap.
Ia juga akan segera menua sehingga tidak ada seorangpun yang sudi melihatnya.
Jika tidak mandi, maka bau busuk akan keluar dari badannya, kutu akan memenuhi rambutnya, bau tak sedap akan keluar dari mulutnya dan giginya akan menguning.
Jika ia tak menyisir rambutnya, maka ia akan terlihat mengerikan.
Ia tidak setia, sehingga hari ini ia bersamamu, dan ketika kamu mati, ia akan pergi bersama orang lain.
Kecantikannya abadi
Ketika ia tersenyum, sinar cahaya muncul dari giginya.
Pakaiannya berwarna tujuh puluh ribu macam yang bersinar dari pakaian itu.
Jika ia harus menunjukkan pakaiannya, maka matahari akan terlihat suram-redup.
Jika ia berbicara dengan yang mati, maka orang yang mati itu akan hidup.
Demikian setianya, sehingga aku dapat melihat gelombang cinta yang pasang dihatinya.
Jika ia meludah di air yang pahit, maka air itu pun akan menjadi manis.
Ia suka bergadang di akhir malam untuk melakukan sholat Tahajjud.
Oleh Malik bin Dinar
Posted by: yoma on: October 15, 2009
Masalah belajar sudah pernah diulas pada belajar ini dan belajar itu meski belum lengkap dan masih perlu banyak revisi, namun ini adalah juga merupakan sebuah tahapan belajar. Belajar mengajar, ya, sebuah proses yang seperti mbulet, apakah untuk mengajar perlu belajar, eh, ternyata iya. Bahkan untuk mencapai kompetensi untuk bisa mengajar kita perlu belajar, banyak bahkan, baik dari pengalaman maupun pengajar lainnya.
Pengalaman sebagai pelajar dapat sedikit kita jadikan acuan untuk menjadi pengajar. Yang posisi kita sebagai pelajar setidaknya memberikan rasa empati ketika kita sebagai pengajar, karena jika saya mengajar seperti ini maka pelajar akan merasa seperti itu. Namun, karakter seseorang juga akan sangat akan berpengaruh terhadap gaya mengajar seseorang.
Pengalaman yang kedua adalah pengalaman sebagai pengajar itu sendiri. Seperti peribahasa semakin banyak makan garam pengajar, kita akan tau kekurangan yang musti dieliminir seiring dengan kelebihan yang senantiasa akan kita pupuk supaya tambah subur. Perbaikan seiring dengan pengalaman ini maka kita akan menemukan gaya mengajar yang sesuai dengan karakter kita dan diterima oleh para pelajar kita.
Mengajar merupakan proses menyampaikan materi yang kita ketahui ke para pelajar yang belum mengetahui. Mengajar bisa berkaitan dengan mendidik, meski memiliki arti yang sedikit berbeda. Mengajar lebih condong ke sudut pelajaran yang berupa ilmu pasti dan sosial, namun Mendidik lebih condong ke sudut ahklak, perilaku dan sifat. Karena jika kita lihat dari sudut jenjang akademis maka prosentase mengajar dan mendidik akan berbeda pada setiap tingkat, jika kita sadari.
Pada masa Taman Kanak-kanak, disini lebih banyak berlangsung proses mendidik jika dibanding mengajar. Bisa dikatakan prosentasenya adalah 90% untuk mendidik dan 10% untuk mengajar. Jenjang berikutnya, Sekolah Dasar 80% untuk mendidik dan 20 % untuk mengajar, dan akan terus berkurang prosentase mendidik sedang prosentase mengajar bertambah setiap kenaikan kelas. Dan akhirnya, sudah sangat sedikit prosentase mendidik yang diberikan kepada para mahasiswanya. Salah satu alasannya adalah bertambahnya kedewasaan, meski itu semua relatif.
Yuk tetap belajar untuk bisa mengajar dan mendidik dengan baik, guna menyiapkan generasi masa depan yang cemerlang hati dan otaknya.
Posted by: yoma on: May 1, 2009
Lead is what makes the world go
Lead is the material that even superman can’t see it through
Lead is soft and highly flexible
Lead is the heaviest material
Lead is heavy but it is float
Lead is indestructible but the most recycling
Posted by: yoma on: April 26, 2009
Ya Allah
Ampunilah aku
Tentang apa yang tidak
Mereka ketahui
Pada diriku
Ya Allah
Jadikanlah aku lebih baik
Dari apa yang mereka duga
Tentang diriku
(Abu Bakar Ash Shiddiq)
Posted by: yoma on: January 26, 2009
Menunggu, merupakan salah satu kegiatan yang paling membosankan. Apa lagi, menunggu sesuatu yang tidak pasti. Saat menunggu, tanpa kegiatan, berkecamuklah pikiran dengan praduga-praduga. Waktu akan terasa lebih lama saat kita melakukan kegiatan ini. Bosanlah yang menyebabkan waktu terasa lama. Menunggu selalu berkaitan dengan harapan, harapan untuk yang ditunggu segera datang dan terjadi. Supaya masa tunggu Anda tidak sia-sia sebaiknya berikan batas waktu sampai kapan anda akan menunggu. Batas waktu tergantung kesabaran anda melipat bosan dan merapikan harapan.
Tapi tahukah anda, pihak yang ditunggu juga tidak kalah pusingnya, khususnya pihak yang tahu bahwa dirinya sedang ditunggu. Dia juga pasti dalam kondisi yang bimbang dan terburu-buru. Pikirannya terbagi-bagi antara kegiatan yang musti segera diselesaikan dan memikirkan orang yang sedang menunggu. Sehingga akan menjadi tidak fokus dan kurang konsentrasi.
Akan berbeda keadaannya jika yang ditunggu tidak merasa bahwa dirinya sedang ditunggu. Keadaan ini yang kerap terjadi, kita menunggu sesuatu tapi yang ditunggu tidak mengetahui sama sekali. Kejadian minggu lalu ini juga berkaitan dengan masa menunggu. Seorang kawan jauh sedang sakit, badannya demam, perutnya sakit. Sudah menjadi langkah awal, kami putuskan untuk membawanya ke rumah sakit untuk melakukan cek darah. Sudah menjadi prosedur rumah sakit untuk mendata biodata calon pasien. Kebetulan kami mengisikan biodata untuk antre di poli no 2.
Cerita berlanjut, kami melalui masa menunggu, menunggu giliran untuk masuk dan melakukan pemeriksaan. Agak gundah juga hati saat menunggu, karena hari itu adalah hari kerja, jadi kami musti segera kembali bekerja. Kami dapat nomer 12 untuk masuk di poli no.2. Beberapa kali panggilan berlalu, namun tidak untuk poli no.2 yang masih diam membisu.
Setelah menunggu beberapa saat, sedikit hilang kesabaranku untuk melalui masa menunggu, karena kami juga akan segera jadi pihak yang ditunggu di tempat kerja jika terlalu lama menunggu di sini. Terbesit dalam pikiranku untuk mengkomunikasikan hal ini, ku ketuk pintu poli no.2 langsung ku buka. ternyata di situ hanya ada seorang perawat tanpa dokter. “Dokter sedang ada diruangnya” begitu ujar perawat itu setelah kutanyakan kenapa poli no.2 kok tidak ada panggilan. Ide lain lewat, kami berinisiatif untuk melakukan daftar ulang ke poli nomer lain, ternyata tidak bisa karena data sudah masuk. Kami dianjurkan untuk langsung masuk ke poli no.2 dan mengajukan keperluan kami. Ternyata kami disuruh perawat itu untuk langsung menuju lab untuk pengambilan darah yang hanya berlangsung kurang dari 5 menit.
Iya….kuncinya adalah komunikasi, komunikasikan dan kabarkan jika anda sedang dalam masa menunggu atau ditunggu. Meski dalam kenyataannya kadang tidak semudah itu dalam mengkomunikasikan. Komunikasikan, tentunya setelah anda sudah tidak mampu melipat bosan dan merapikan harapan. Atau anda akan melalui masa menunggu yang tanpa batas dan kejelasan, seperti kejadian diatas andai tidak dikomunikasikan.
Posted by: yoma on: January 14, 2009
Belajar, sebuah kata yang sangat sering kita dengar sebagai manusia, mahkluk yang konon paling cepat belajar sesuatu yang baru. Meski demikian, sudah taukah Anda arti kata belajar itu sendiri. Belajar itu, kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan suatu pengetahuan atau keahlian atau kepiawaian atau ketrampilan. Belajar ini, sudah dilakukan manusia sejak terlahir didunia lho. Mulai dari belajar menangis, belajar tertawa, belajar merenung dan belajar tersenyum dan lain-lain.
Belajar itu membaca, belajar ini membaca, ya Belajar juga dapat diartikan sebagai membaca. Membaca dalam arti sesungguhnya, membaca buku dan tulisan-tulisan lainnya sebagai referensi untuk memperoleh pengetahuan dan kawan-sekawannya sebagaimana telah disebutkan pada paragraf sebelumnya. Namun juga, membaca dalam arti lainnya, yaitu membaca sesuatu yang tidak tertulis. Belajar itu membaca, membaca situasi, membaca tingkah laku, membaca gerak gerik, membaca lingkungan alam sekitar. Sedemikian hingga kita bisa mengetahui dan memahami sesuatu yang baru, yang sebelumnya belum kita ketahui.
Kecepatan belajar itu sangat beragam dari masing-masing orang. Umumnya semakin cepat orang belajar, orang ini disebut sebagai seseorang yang cerdas atau pintar. Namun, sebenarnya kecerdas atau kepintaran adalah salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang untuk cepat belajar. Faktor lain yang mempengaruhi proses belajar adalah kesungguhan, ketekunan, ketrampilan, bakat khusus dan fasilitas juga.
Mengenai ketrampilan dalam belajar, sangat beragam, masing-masing orang memiliki cara yang berbeda-beda. Ketrampilan belajar ini, akan berkaitan dengan metoda yang digunakan untuk belajar (ups..sama artinya dengan kalimat sebelumnya). Salah satu kegiatan belajar adalah membaca, ya membaca dalam arti sebenarnya, sebuah refensi yang berupa buku atau tulisan. Metode yang digunakan pun sangat beragam. Satu, ada yang dengan bakat khususnya mampu memahami sebuah referensi dengan sekali baca, hebat ya.Dua, ada yang memanfaatkan ketekunannya untuk mencoret-coret bahan referensi dengan warna-warni pelangi yang menarik hati, berguna untuk membantu mengingat. Tiga, ada yang dengan kesungguhanya mencatat ulang namun diringkas untuk lebih memahami. Empat, ada pula yang mencorat-coret melakukan pemetaan yang menarik, yang hanya bisa dimengerti oleh empunya. Dan masih banyak lagi metoda yang digunakan untuk belajar. Namun yang pasti Manusia itu mahkluk pembelajar, jadi selama masih mau diakui sebagai manusia, jangan pernah berhenti belajar.
Bersambung…
Posted by: yoma on: January 14, 2009
Kalender dan Buku Agenda PDSI, mungkin ini merupakan kali pertama, setelah menjadi Anak Perusahaan, dibuat Kalender dan Buku Agenda Perusahaan. Dengan desain yang unik dan cukup menarik dan dengan latar dominan hijau yang menyejukkan. Isi, lengkap dengan kata-kata yang indah, sederhana dan informatif meski beberapa masih berupa visi, mimpi dan misi. Berikut ini kata-kata tersebut.
visionary edeavours : the future of ours are built of our dream today
care for the surrounding: we are proud to be part of the surrounding cummunity, and we realize to reflect our moral responsibility to grow the local cummunity in return to the trust given by them
teamwork: we believe that positive synergy can help us to work effictively and efficiently with the right manner in order to be recognized by the right people
professional people: we threat each other equally, favor professionalism throughout all behavior, and together we grow with rightness.
technology: right combination of people and technology creates the best know-how of our business
accomplishhed journeys: going through the way by combining potential opportunities with readiness, to create a set of our best accomplishments
good corporate governance: well coordination and intensive communication throughout all layer will lead us toward the final aim achievement
transparancy: do the right thing by doing things properly, is the way to express our responsibility and integrity to ourselves, the company as well as business partners
variable of products: its is our commitment to constantly maintain and be innovative in giving our best quality services
continuous growth: attaining our future desire throught best optimization of the resources
safety: we assure everyone recieves equal treatment on secured health and safety solutions, while assuring that we operate in an enviromentally friend manner
competency: be confident in self abillity to shape the whole group’s capability
Posted by: yoma on: December 10, 2008
Pada 1975 Perdana Menteri Lee Kuan Yew membuat kejutan. Pemerintah Singapura yang dipimpinnya saat itu memutuskan membangun Bandara Changi untuk menggantikan Bandara Paya Lebar. Namun, semua orang terbelalak dan menganggap tidak masuk akal ketika Lee membangun Changi – Terminal 1 mulai beroperasi pada 1981 – dengan spesifikasi yang luar biasa untuk ukuran Singapura dengan bisnisnya ketika itu.
Namun Lee sadar benar apa yang dilakukan karena Singapura di masa depan akan seperti apa sudah bisa ia bayangkan. Singapura kedepan adalah Singapura yang memang membutuhkan bandara dengan spesifikasi yang memenuhi tuntutan tinggi perusahaan multinasional terhadap suatu “basecamp“. Padahal ketika ia membuat keputusan itu, Lee dianggap berlebihan dan tidak masuk akal.
Inilah yang disebut pemimpin yang visioner. Seseorang yang mempunyai impian yang luar biasa tentang organisasi yang ia pimpin. Ketika pendapat umum menganggap impian tersebut tidak mungkin, bagi dia itu adalah sangat nyata dan mungkin. Semakin jelas dan nyata impian tersebut di dalam pikirannya, akan semakin mudah ia capai. Karena pimpinan yang visioner akan bertindak dan bereaksi sesuai dengan visi yang dia pikirkan dan apakah disadari atau tidak, organisasi yang dia pimpin akan bergerak ke arah visi tersebut. Selain itu, dia akan menarik orang-orang yang akan membuat visinya menjadi kenyataan.
Satu-satunya cara untuk membenarkan suatu visi, adalah menunggu sampai visi itu terwujud. Karena visi itu ibarat wahyu yang datangnya dari Tuhan. Begitulah definisi wahyu dalam buku Kamus Besar Bahasa Indonesia: Petunjuk dari Allah yang diturunkan hanya kepada nabi dan rasul.
Seseorang yang memiliki visi jauh ke depan, selain karena instuisinya yang tajam yang terbentuk dari kumpulan pengalaman dan pengetahuan, ia juga memiliki kelebihan lain yakni kemampuan menangkap berita dari langit, yaitu ilham atau wahyu tadi.
Bagaimana sebenarnya menyusun visi? Setidaknya ada dua pendekatan. Pertama adalah apa yang umumnya dilaksanakan perusahaan pada tahun 1970-an. Ketika itu orang belum akrab dengan istilah visi tetapi mereka menyebutkan long term planning. Untuk menyusunnya mereka mengekstrapolasi data sejarah agar bagaimana secara kuantitatif kita bisa membuat acuan untuk melangkah ke depan.
Namun cara seperti ini sangat terbatas jangkauannya, paling-paling hanya sampai 5-10 tahun ke depan. Imajinasi kita pun cenderung malas, karena asumsi dasar adalah apa yang selama ini dan sedang dilakukan akan benar seterusnya. Padahal dunia saat ini sudah berubah drastis. Dengan konvergensi telekomunikasi, transportasi dan teknologi komputer, perubahan tidak lagi lurus, melainkan discontinous. Maka ektrapolasi hanya berlaku untuk kurun waktu tertentu saja.
Cara kedua adalah yang kita sebut wahtu, ilham, berita dari langit atau apalah namanya. Tujuan akhir diuraikan sebagai suatu kondisi yang ingin diwujudkan, meski tidak langsung dapat dijelaskan secara detail jalan menuju ke situ.
Nah, untuk menjembantani antara dunia sekarang dengan dunia yang hendak diwujudkan oleh visi itu justru perlu kita lakukan intrapolasi, diikuti ektrapolasi sehingga terjadi interasi yang membuahkan road map yang terarah, terpadu dan terukur dalam pelaksanaanya. Proses inilah yang akan mengisi kekosongan informasi antara dunia sekarang dan dunia yang hendak dicapai visi, sehingga kita bisa menyusun target-target antara, sebuah tonggak-tonggak pengembangan kunci atau key development milestone.
Dengan sendirinya cara ini tetap memperhitungkan masa lampau dan kondisi yang akan datang. Namun kita tidak bisa lagi menggunakan ektrapolasi data sebagai tahap awal. Yang mengilhami kita adalah suatu paham tentang dunia yang mungkin tidak bisa kita jelaskan dengan kondisi nyata kita sekarang.
Ketika kita gambarkan sesuatu berdasarkan wahyu itu, orang sekeliling kita akan menggunakan logika yang laku pada saat itu, sehingga tidak akan nyambung. Persis seperti kata Lee Kuan Yew membangun Changi dengan kapasitas yang berlebihan untuk ukuran saat itu.
Sumber: Mediahulu Nopember 2008
Oleh: Dachriyanti-Praktisi Manajemen
Posted by: yoma on: December 10, 2008
jika anda mau membuat sesuatu
anda akan mencari jalan untuk menyelesaikannya
jika anda tidak mau membuat sesuatu
anda akan mencari alasan untuk menghindarinya
ketetapan hati dan keuletan
bagaikan tetesan air yang menembus batu karang
kesulitan dan rintangan sebesar apapun
tidak akan menjadi penghalang
sumber: Mediahulu Nopember 2008
Posted by: yoma on: September 9, 2008
Shalat Terawih merupakan salah satu ibadah yang khusus dilakukan pada bulan Ramadhan, Kami undang seorang Uztad untuk mengimami Sholat Terawih di lokasi kerja. Salah satu kultum beliau adalah mengenai keutamaan sholat terawih. Meskipun Terawih bukan termasuk ibadah wajib, namun sangat sayang kalau ditinggalkan. Kenapa sayang, inilah beberapa keutamaan sholat terawih di bulan ramadhan, dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan yang kemudian beliau bersabda:
Jadi utamakan sholat terawih di bulan suci Ramadhan, karena shalat terawih banyak keutamaannya.
Selamat Terawih
Recent Comments