Feed on
Posts
Comments

Nama yang bermakna

Di sebuah kota kecil di pulau jawa, seorang Ayah sedang gundah menunggui Istrinya yang sedang melakukan proses persalinan. Selain gundah gelisah, sang Ayah juga terkadang berpikir akan ku beri nama apa anakku ini. Kabar gembira pun akhirnya tiba, dokter memberitahukan kepada sang Ayah bahwa anaknya telah menghirup udara dunia dengan sehat, meski hitam tapi manis, seorang lelaki.

Semenjak kelahiran sang anak, sang Ayah terus berpikir dan berpikir akan diberi nama siapakah anaknya yang manis itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang akhirnya dia temukan sebuah nama, yang unik, lucu dan sepertinya belum ada orang yang memiliki nama itu. Nama yang spesial, nama yang memiliki arti bagus sesuai sekali menggambarkan momen-momen kelahiran sang Anak.

Dengan berjalannya waktu, sang Anak memulai kehidupannya dan mulai bersosialisasi dengan teman sebaya. Mulai menikmati kebanggaan dan manfaat dari nama unik yang diberikan Ayahnya kepadanya. Namun belakangan, dia menemukan sebuah keganjalan, menemukan arti lain dari nama yang disandangnya. Arti yang bisa dikatakan kurang berkenan, meski itu dari bahasa lain, namun memiliki susunan kata yang persis dengan namanya. Mau berganti nama, begitu pikir sang Anak, tapi betapa sulitnya untuk mensosialisikan nama barunya, pasti membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Apalah arti sebuah nama?, merupakan salah satu pernyataan dari seorang pujangga yang terkenal William Shakepeare. Pernyataan yang presiden pertama kita, IR. Soekarno, pun tidak menyetujuinya, Beliau beranggapan bahwa Nama memiliki beribu makna. Sebenarnya gampang saja untuk menyimpulkan apakah seseorang lebih condong ke pernyataan yang mana. Jika seseorang menganggap nama tidak berarti, pagillah dia dengan sesuka hati, maaf, Anjing misalnya. Marahkah? Khasus dalam dunia bisnis juga pernah terjadi berkaitan dengan sebuah nama. Negara Fiji menuntuu micosoft karena menggunakan nama negara tersebut tanpa ijin dengan mencantumkan dalam sebuah produknya yaitu Windows Fiji. Meski Microsoft mengelak dengan mengatakan bahwa itu merupakan salah satu penghormatan terhadap keindahan negara Fiji.

Memberi nama, suatu saat akan datang masa itu bagi kita. Jangan sampai kejadian yang dialami sang Ayah dan anak tersebut di atas terjadi pada kita. Memilih nama memang harus yang paling indah dan terutama makna yang bagus, karena nama akan sangat sering disebut-sebut. Nama merupakan perwakilan dari harapan dan doa dari pemberi nama, orang tua, kepada yang diberi nama, anaknya misalnya.

Dalam agama Islam pun sangat dianjurkan untuk memberi nama yang baik. Menganti nama yang buruk dengan nama yang baik merupakan sunah Nabi. Sebuah Firman Allah tentang nama: “Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. 19:7). Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan nama yang baik-baik, yang tidak sekedar enak dan nyaman didengar atau diungkap, namun juga memiliki makna yang bagus.

Berikut ini adalah beberapa situs yang dapat membantu kita memilih sebuah nama untuk seseorang atau untuk kita sendiri, jika ingin berganti nama: http://www.namaislami.com; http://www.artinamaku.com,

Kamera Tersembunyi

Belakangan, semakin banyak acara reality show yang selalu melibatkan Kamera Tersembunyi untuk pengambilan gambarnya. Reality show tersebut umumnya bertujuan untuk merekam tingkah dan respon seseorang atau beberapa orang terhadap suatu kejadian, secara wajar dan apa adanya. Sehingga proses perekaman dan pengambilan gambar harus dilakukan secara rahasia atau tersembunyi dengan Kamera Tersembunyi tanpa diketahui orang yang direkam atau target.

Tingkah dan respon seseorang dalam menanggapi suatu kejadian dapat sangat beragam. Tingkah dan respon positif maupun negatif terekam dalam Kamera Tersembunyi. Respon dan Tingkah alami sang target inilah bagian menarik dalam reality show, sehingga bisa mengundang gelak tawa maupun bersedih karena respon seseorang. Tidak jarang dapat menumbuhkan rasa iba dan memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan.

Beberapa reality show yang cukup menarik dan dapat menimbulkan dampak positif terhadap pemirsanya. “Tolong”, merupakan salah satu reality show yang membidik respon sang Target ketika dia menghadapi seseorang yang membutuhkan pertolongannya. Bagaimana tingkat kepedulian seseorang terhadap sesama diukur di acara ini, ada yang peduli dan beberapa yang acuh. Begitu juga dengan reality show “Kena Deh”, meski sedikit lebih santai, lucu dan konyol, “Kena Deh” memberikan nilai moral tersediri. Tingkat kesabaran dan kepedulian terhadap orang lain juga diukur disini, khususnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mudah, bagi kita, namun tidak bagi sebagian orang.

Respon seseorang, jika orang tersebut tidak tau sedang diawasi bahkan direkap, akan keluar dengan wajar, sehingga dapat menunjukkan karakter orang tersebut. Kesabaran, belas kasih, tanpa pamrih, kepedulian terhadap sesama adalah beberapa hal yang diuji dalam beberapa kejadian. Respon yang wajar dan tidak berharap imbalan itu merupakan bagian dari rasa ikhlas. Kamera Tersembunyi merekam semua itu. Meski bagi orang yang memberi respon baik dan sesuai tujuan acara akan dianggap berhasil, mereka akan mendapatkan imbalan yang tak terduga sebelumnya.

Kamera Tersembunyi merekam tingkah kita secara tidak sadar. Tapi sadarkah kita bahwa semua tingkah, respin dan kegiatan kita selalu terekam dalam kamera tersembunyi, Kamera Tersembunyi dengan teknologi termuhtahir yang pernah ada. Muhtahir? bagaimana tidak, Kamera tersembunyi tersebut dapat merekam seluruh kejadian sepanjang masa, yang bergejolak di dalam hati, bahkan kejadian yang sebesar atompun terekam dengan sempurna. Hasil rekaman Kamera Tersembunyi ini nantinya akan diputar ulang dengan sempurna pula, dipertunjukan kepada kita. Imbalan tak ternilaikah yang kita peroleh, dari aktivitas kita, atau sebaliknya hukuman yang sangat pedih dan setimpal. Semua harus dipertanggungjawabkan dihadapan Sang Khalik.

Kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.”

( QS: 87:7 )

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

( QS: 99: 7-8 )

Setting GPRS

GPRS salah satu alternatif untuk berinternet menggunakan jaringan telepon selular GSM sedang naik daun saat ini. Sebelum kita bisa GPRS an kita harus melakukan regestrasi (tidak semua operator) atau setting manual di telepon selular kita. Berikut ini adalah beberapa cara untuk registrasi atau memperoleh setting dari operator yang kita pergunakan:

1. Telkomsel

Aktivasi kartu Telkomsel dengan cara:

  • SMS : GPRS [Nomor Kartu] Contoh : GPRS 6210009922069556 Kirim ke : 6616. Catatan :Tarif pesan kirim SMS : Rp. 350 ,- / pesan.

  • Nomor kartu merupakan nomor ICCID (Integrated Circuit Card Identification) yang terdiri dari 16 (enam belas) digit nomor dan terdapat di belakang chip kartu.

  • 2 kali mendapatkan sms konfirmasi dari server Telkomsel tunggu beberapa saat, Anda akan menerima Konfirmasi SMS bahwa aplikasi gprs Anda sedang di proses dan membutuhkan waktu kurang lebih 48 jam. Setelah gprs aktif pada server, anda akan kembali mendapat notifikasi sms kedua yang menyatakan gprs Anda sudah aktif.

Setting GPRS:

Type SMS: S <spasi> merk phone <spasi> phone series
Send to: 5432

atau

Type: MMS
Send to: 6616

2. Matrix

Type SMS: GPRS <spasi> merk phone <spasi> phone series
Send to: 3000

3. IM3

Type SMS: GPRS <spasi> merk phone <spasi> phone series
Send to: 3939

4. XL

Type SMS: GPRS <spasi> merk phone <spasi> phone series
Send to: 9667

Atau jika Anda ingin melakukan setting manual di HP anda dapat menggunakan referensi di bawah ini:

(sumber: omindo.net)

Telkomsel

IM3

Matrix

XL

APN:

internet

www.indosat-m3.net

satelindogprs.com

www.xlgprs.net

Username:

wap

gprs

-

xlgprs

Password:

wap123

im3

-

proxl

Gateway:

10.1.89.130

010.019.019.019

202.152.162.250

202.152.240.050

Perjalanan ini

Perjalanan, merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia, apa lagi pada jaman modern ini. Perjalanan selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu kita, entah itu banyak atau sedikit. Meski dengan berkembangnya teknologi transportasi, jarak tempuh perjalanan tidak selalu berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, karena ada faktor lain yang sangat menentukan, yaitu alat transportasi yang dipergunakan.

Demi sebuah perjalanan, banyak hal dan kadang kewajiban yang dengan terpaksa meski kita tinggalkan atau pun kita tunda. Namun ada kewajiban-kewajiban yang tidak boleh kita tinggalkan meski dengan alasan perjalanan. Salah satunya adalah kewajiban terhadap sang khalik, yaitu Sholat 5 waktu. Dalam Islam sudah ditentukan aturan-aturan yang sangat mempermudah bagi para musafir. Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.

Beberapa alternatif sholat yang dapat kita lakukan jika kita melakukan perjalanan dan melewati waktu sholat adalah sebagai berikut:

1. SHOLAT JAMA’

Sholat Jama’ adalah menggabungkan dua sholat yang berbeda kedalam satu waktu sholat, baik yang awal maupun yang akhir secara berurutan. Sholat-sholat yang dapat di jama’ adalah Dzuhur dengan Ashar atau sebaliknya dan Magrib dengan Isya atau sebaliknya. Jadi shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur.

Menjama’ shalat dibolehkan bila seseorang berada dalam keadaan safar (perjalanan). Namun para ulama menetapkan bahwa sebuah safar itu minimal harus menempuh jarak tertentu dan ke luar kota. Di masa Rasulullah SAW, jarak itu adalah 2 marhalah. Satu marhalah adalah jarak yang umumnya ditempuh oleh orang berjalan kaki atau naik kuda selamasatu hari. Jadi jarak 2 marhalah adalah jarak yang ditempuh dalam 2 hari perjalanan.

Ukuran marhalah ini sangat dikenal di masa itu, sehingga dapat dijadikan ukuran jarak suatu perjalanan. Orang arab biasa melakukan perjalanan siang hari, yaitu dari pagi hingga tengah hari. Setelah itu mereka berhenti atau beristirahat.

Para ulama kemudian mengkonversikan jarak ini sesuai dengan ukuran jarak yang dikenal di zaman mereka masing-masing. Misalnya, di suatu zaman disebut dengan ukuran burud, sehingga jarak itu menjadi 4 burud. Di tempat lain disebut dengan ukuran farsakh, sehingga jarak itu menjadi 16 farsakh.

Di zaman sekarang ini, ketika jarak itu dikonversikan, para ulama mendapatkan hasil bahwa jarak 2 marhalah itu adalah 89 km atau tepatnya 88, 704 km.

Maka tidak semua perjalanan bisa membolehkan shalat jama’, hanya yang jaraknya minimal 88, 704 km saja yang membolehkan. Bila jaraknya kurang dari itu, belum dibenarkan untuk menjama’.

Namun dalam prakteknya, bukan berarti jarak itu adalah jarak minimal yang harus sudah ditempuh, melainkan jarak minimal yang akan ditempuh. Berarti, siapa pun yang berniat akan melakukan perjalanan yang jaraknya akan mencapai jarak itu, sudah boleh melakukan shalat jama’, asalkan sudah keluar dari kota tempat tinggalnya.

Selain sebab safar (perjalanan) juga ada hal-hal lain yang membolehkan seseorang melakukan sholat jama’, yaitu sebab sakit, sebab hujan, sebab haji dan sebab keperluan mendesak. Tentunya sebab-sebab tersebut dengan batasan-batasan tertentu yang telah ditentukan.

Sholat jama’ dibagi menjadi 2 bagian

•  Jama’ taqdim

Jama’ taqdim adalah mendahulukan sholat yang awal kemudian sholat yang kedua ( sholat Dzuhur dg sholat Ashar / sholat magrib dg sholat Isya). Syarat-syarat Jama’ Taqdhim adalah dikerjakan dengan tertib yakni sholat yang pertama didahulukan, niat jama’ dikerjakan pada sholat pertama, berturut-turut antara keduanya, tidak boleh diselingi sholat sunnah atau perbuatan lain.

niat sholat jama’ taqdim

اصـلى فـرض الظـهر اربـع ركـعات مجـــموعا الى العـصر لله تعــالى

اصـلى فـرض العـصر اربـع ركـعات مجـــموعا الظـهراليه لله تعــالى

Usollii fardol dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaal ‘asri lillaahi ta’aalaa.

Usollii fardol ‘asri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihid dzuhri lillaahi ta’aalaa

اصـلى فـرض المغـرب ثلاث ركـعات مجـــموعا الى العـشاء لله تعــالى

اصـلى فـرض العـشاء اربـع ركـعات مجـــموعا اليه المغـرب لله تعــالى

Usollii fardol maghribi tsalaasa roka’aatin majmuu’an ilaal ‘isyaai lillaahi ta’aalaa.

Usollii fardol ‘isyai arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihid maghrib lillaahi ta’aalaa.
Saya niat sholat Dzuhur empat rokaat digabung dengan sholat Ashar karena Allah ta’alaa
( kemudian mengerjakan sholat ashar )
Saya niat sholat Maghrib tiga rokaat digabung dengan sholat isya’ karena Allah ta’alaa
( kemudian mengerjakan sholat ‘isya )

•  Jama’ takhir

Jama’ takhir adalah mendahulukan sholat yang akhir kemudian sholat yang awal diwaktu sholat yang akhir ( sholat Ashar dg sholat Dzuhur / sholat Isya dg sholat magrib ) setelah sholat yang pertama langsung komat untuk mengerjakan sholat yang kedua. Syarat-syarat Jama’ takhir adalah niat jama’ takhir dilakukan pada shalat yang pertama, waktu masih dalam perjalanan, ketika datang waktu sholat yang kedua, membaca niat sholat yang pertama. 

niat sholat jama’ takhir 

اصـلى فـرض العـصر اربـع ركـعات مجـــموعا الى الظـهر لله تعــالىاصـلى فـرض الظـهر اربـع ركـعات مجـــموعا اليه العـصر لله تعــالى

Usollii fardol ‘Asri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaal dzuhri lillaahi ta’aalaa.
Usollii fardol dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihid ‘asri lillaahi ta’aalaa

اصـلى فـرض العـشاء اربـع ركـعات مجـــموعا الى العـشاء لله تعــالىاصـلى فـرض المغـرب ثلاث ركـعات مجـــموعا اليه المغـرب لله تعــالى

Usollii fardol ‘isyai arba’a roka’aatin majmuu’an ilaal ‘isyaai lillaahi ta’aalaa.
Usollii fardol maghribi tsalasa roka’aatin majmuu’an ilaihid maghrib lillaahi ta’aalaa.
Saya niat sholat Dzuhur empat rokaat digabung dengan sholat Ashar karena Allah ta’alaa
( kemudian mengerjakan sholat ashar )
Saya niat sholat Maghrib tiga rokaat digabung dengan sholat isya’ karena Allah ta’alaa
( kemudian mengerjakan sholat ‘isya )

2. Sholat Qoshor

Qoshor adalah meringkas bilangan rokaat sholat. Sholat yang dapat di qoshor hanya sholat yang berjumlah 4 rakaat seperti Dzuhur, Ashar dan Isya’ .

Contoh Niat sholat Qoshor

أصـلى فـرض العـصر ركعــتين قصرا لله تعــالى

Saya niat sholat ashar meringkas 2 rokaat karena Allah ta’alaa

3. Sholat Jama’-Qosor

Jama’-Qoshor adalah mengerjakan sholat dengan cara menggabung 2 sholat dalam satu waktu dapat dikerjakan diawal maupun diakhir dan jumlah rokaatnya di ringkas menjadi 2 – 2, dengan 1x adzan dan 2x komat.

Contoh : Dzuhur dengan Ashar , maka cara mengerjakannya dzuhur 2 rokaat dan Ashar 2 rokaat waktunya bisa dilakukan didzuhur atau Ashar. Jika Maghrib dengan Isya maka jumlah rokaat maghrib tetap tidak berubah 3 rokaat.

Niatnya :

أصـلى فـرض العـصر ركعــتين قصرا مجـــموعا اليــه الظـهر لله تعــالى

Usollii fardol ‘asri rok’ataini qosron majmuu’an ilaihid dzuhri lillaahi ta’alaa
Artinya :
Saya niat sholat ashar dua rokaat diringkas dan digabung dengan dzuhur karena Allah ta’alaa

Demikian, meski sering jalan-jalan, dan menempuh perjalanan panjang jangan lupa melaksakan sholat 5 waktu ya…

The Declining Day….Time

By the time

Indeed, mankind in surely,  loss,

Except those who believe and do righteous deeds and enjoin to the truth

QS: 103

10 time management skills

Time management requires discipline, but it allows you to have a greater degree of control over what you do in a day, a week, or a month. Have you ever started the day with great ambitions and then realized at the end that you didn’t get anything done? It happens to everyone, but it happens to some people more often than others. Time management allows you to have a higher degree of control over what you do in a day, week, or month. Time management skills can help you spend the hours you have on what is most important to you.

“Part of someone’s being a good Muslim is his leaving alone that which does not concern him” (HR. Hasan)

Time management allows you to have a higher degree of control over what you do in a day, week, or month. Time management skills can help you spend the hours you have on what is most important to you.

Organizational skills are easier for some people than others. For instance, all time management advice includes some form of writing down what you want to accomplish. For many people, this is easy and natural. Other people have difficulty creating lists and following through on them. It’s a left-brain/right-brain thing and has to do with whether your brain favors logic and structure or creative and unstructured thinking. Time management requires discipline. If you’re not prepared to be disciplined, you’re not going to be a very good manager of your own time.

Here’s a top-10 list of time management techniques that I’ve employed myself. Notice that I didn’t call them “best practices.” However, they do work for me and can work for you as well.

1. Create a list of things to do each morning

If you don’t keep track of what you want to accomplish; you’re not going to have a chance for effective time management. Create a to-do list at the beginning of each day or at the end of the prior day. The list can include business and personal items and can be put on paper, your workstation, PDA, etc. Refer to the list several times during the day. For example, if you have 10 minutes before a meeting, glance at your list. There might be an e-mail you wanted to send that would only take 10 minutes. When you complete each item, check it off. If you’re like me, you derive satisfaction from being able to check off an item as complete.

2. Write down all follow-up items on your list

To keep track of new things that come up during the day, place them on your daily list. If your list is full and the activity can be completed tomorrow (or the next day), place it on your list for a day or two out. Have you ever wondered why people tell you they’ll do something and then don’t follow through? It’s because they don’t write it down. When I was a manager, I would often talk to people about work we needed to complete. I never trusted their memory. If they didn’t bring a pencil and paper, I gave them some so they could write down what needed to be done and the due date.

3. Carry forward unfinished work and follow up

Now you have a list of work for the day, and you’ve added new items for follow-up during the day. What do you do with the things you haven’t completed at the end of the day? You carry them forward and add them to your list for tomorrow. But don’t be a procrastinator. You don’t want to carry an expanding list of activities from day to day to day. If the activity is important, get it done. If it’s not important, follow up with the person who’s expecting something from you and explain that the work hasn’t been completed.

4. Keep track of due dates

Use your list to keep track of due dates. This includes commitments to work colleagues and friends. My experience is that people miss due dates more often than they hit them. If you’re not clear, ask when an activity needs to be completed, write it down, and then use time management skills to make sure the work is done on time. If you can’t meet the commitment, communicate that in a timely manner.

5. Create a list of priorities for this month and next

I know many people make lists for today. How many make high-level lists of the things they need to do this month and next? Unless you have a transactional job where your time frames are always short-term, you need to stop at the beginning of each month and determine what you want to accomplish. These lists are obviously at a high level, but, again, they keep you focused on what you want to accomplish. As the month progresses, start adding items to your list for the next month.

6. Keep track of longer-term reminders

Your things-to-do list isn’t going to help you for follow-ups you’ll need to remember in the distant future. For instance, you may tell a colleague that you’ll follow up with him to check progress in two months. You need to have a way to keep track of this follow-up and to remind yourself two months in the future. I’ve always just used a calendar. Most online calendars have features for reminders. In fact, I place multiple reminders over multiple days, so that if I miss one, I’ll catch the reminder the next day.

7. Keep a clean desk

I never knew of a good time manager who worked in a pigsty. In fact, it usually follows that people who have cluttered offices or cubicles aren’t very good time organizers. I don’t think you can be a good time manager when you spend a lot of time looking for stuff in a cluttered work environment.

8. Keep all of your current work in one area

Over time, you may work on many separate activities and initiatives. Keep your things organized. I always keep all of my current work papers in one area where I can get at them easily. When I’m finished with a project or initiative, I move the folder elsewhere (see tip 9).

9. Purge files and documents you no longer need

Here’s one that might startle you. For the past 10 years, I’ve had one file drawer where I keep all my papers from completed work initiatives. I keep adding new work folders to the front of the drawer, and when the drawer gets full, I throw out files from the back end. In other words, I never keep more files than can fit in one drawer.

Contrast that to your system of keeping endless years of paperwork that no one cares about anymore and no one will ever care for again. Of course, I’m not talking about users’ manuals or reference material that you need. I’m talking about the work files you accumulate. And yes, once a year, I wish I could go back and find something I threw out. But I usually have the original documents online.

10. Back up on line files and purge

I have a similar philosophy about online documents. I would guess that 95 percent of what you have online in your work files probably has a shelf life of three months or less. I periodically back up my files to CD (or disk) and then go through and quickly delete all the older junk I don’t need anymore.

Source: unknown, my phone

Terobosan kultural paling mendasar dalam pola bisnis Pertamina adalah mengubah mindset dan perilaku setiap individu warga korporasi dari sikap amtenar birokratis menjadi enterpreneur yang siap merajakan pembeli. Perubahan subtansi budaya kerja ini dengan gampang dapat kita baca pada fungsi-fungsi yang bisnisnya bergerak dalam bidang jasa.

Dibanding dengan bisnis berbasis dagangan produk maka jualan jasa tampak lebih nyata, sejauh mana budaya produsen menampilkan diri bak seorang raja karena ia memonopoli ketika diukur dengan tuntutan pasar yang secara klasik belum berubah, yakni mengedepankan pelayanan. Nah, ukuran sukses transformasi Pertamina seyogyanya kita potret dari prespektif kebarhasilan kita mengubah budaya kerja. Apakah pola pikir serta pola tindak masa lalu yang sangat birokratis, tambun dan lelet telah berubah menjadi wirausaha yang mampu menjemput bola, bergerak lincah tanpa henti dalam segala cuaca, mengisi seluruh ceruk pasar secara kreatif dan inovatif.

Di lingkungan jajaran Direktorat Hulu, laku enterpreneur harus ditunjukkan juga oleh para pekerja yang berkiprah di Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab usaha jasa pengeboran belum ada sekolahnya. Bisnis ini bercirikan kekhasan baik dalam mengevaluasi potensi resiko dan peluang kerap memerlukan kepekaan “intuisi “. Terutama dalam melakukan prediksi apa yang bakal terjadi di kedalaman ribuan meter di bawah permukaan tanah.

Karakter sumberdaya manusia (SDM) dengan dua sisi tampilan yang seperti bertolak belakang itu – antara sisi pelayanan dan intuisi dalam menetapkan keputusan saat operasi – adalah soft capital yang terus ditumbuhsuburkan dalam pembinaan SDM PDSI. Karena itu, untuk mengakomodasi kedua sisi tersebut managemen PDSI mengambil langkah strategis, mendirikan Drilling Training Center di Mundu. Mengingat bisnis jasa pelayanan pengeboran akan terus berkembang, baik dari segi inovasi teknologi maupun peluang pasar yang semakin meningkatkan ke depan maka Pusat Pelatihan Pengeboran Mundu, diharapkan usaha PDSI akan terus berkibar, tidak hanya di dalam negeri tetapi hingga mancanegara.

Kalkulasi strategis tentang pasar layanan jasa pengeboran yang terus mekar, terutama di dalam negeri memang tak akan pernah habis meski migas Indonesia telah kering sekalipun. Sebab, lahan garapan tempat jasa pengeboran ditawarkan bukan hanya dalam pengeboran migas saja. Selain itu Indonesia sebagai negara yang secara alamiah dililit oleh sabuk vulkanis Medeterania di wilayah barat serta Sirkum Pasifik di wilayah timur, merupakan lahan subur, bagi usaha jasa pengeboran dalam memproduksi energi panas bumi.

Oleh karena itu, kebijakan menyapih PDSI menjadi sebuah entitas bisnis mandiri mendesak untuk disegerakan. Hal ini bukan saja untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar masa depan namun saat inipun, permintaan layanan jasa pengeboran seiring booming harga migas terus berdatangan.

Kita tidak bisa membayangkan apa yang terjadi ketika tender jasa pengaboran dilakukan oleh anak-anak perusahaan di bawah jajaran manajemen Direktorat Hulu Pertamina, tidak dapat diikuti oleh PDSI karena statusnya terkendala regulasi, alias secara formal administrasi belum mandiri. Tentu, PDSI akan gigit jari. Potensi yang ada seolah-olah menjadi puso seketika, bak sawah siap dipanen dilanda bah yang tumpah dari ketinggian. Pada kondisi ini, kenapa telunjuk harus diarahkan. Bahwa ada kesia-siaan dalam kiprah profesionalisme kita. Semoga, jangan sampai menjadi kenyataan. Na’uzubilah…(one).

Sumber: Media Hulu Maret 2008

Before…

Before you Speak,
Listen

Before you Write,
Think

Before you Spend,
Earn

Before you Critise,
Wait

Before you Pray,
Forgive

Before you Quit,
Try

Mengapa Harus Ibu?

 Seorang ibu ingin tahu pendapat anaknya yang masih sekolah di TK tentang ibu gurunya, “Siapa guru yang paling kau sukai?” “Ummi,” si anak menjawab “Maksud Ummi diantara Ibu A dan Ibu B siapa yang paling kau sukai?”
Si anak tetap dengan pendapatnya, “Aku paling senang Ummi yang mengajar
Sang ibu masih penasaran akhirnya bertanya “Oh ya, Ummi nomer satu ya, yang nomer dua dan tiganya siapa? Barulah si anak menjawab Ibu anu kemudian Ibu anu.
Percakapan ibu dan anak di atas sekilas tampak biasa, namun ada sesuatu yang seringkali bertolakbelakang dengan mitos yang selama ini berkembang, yaitu anak sulit diajari ibunya. Kerap terdengar keluhan dari para ibu, “Anak saya paling tidak mau kalau saya yang mengajari. Makanya saya panggil guru ke rumah untuk mengajari dia.”
Disamping itu banyak juga ibu yang mengikutkan anaknya les ini dan itu, padahal sebenarnya mungkin masih bisa dilakukan oleh sang ibu. Bahkan, belakangan ini kian menjamur sekolah bagus dan menawarkan begitu banyak konsep yang menggiurkan. Hal ini, di satu sisi menjadi solusi positif bagi pendidikan anak-anak kita. Namun di sisi lain kian menciutkan tuntutan peran ibu sebagai pendidik.
Banyak ibu yang anaknya sekolah di tempat bagus dan mahal merasa tidak perlu mengajari anaknya di rumah. “Untuk apa bayar mahal, kalau saya masih harus mengajarinya di rumah!” Bukankah kita menginginkan potensi anak kita optimal? Salah besar, jika kita merasa rugi kalau mengajari anak kita sendiri.
Sebenarnya, ibu sangat potensial untuk menjadi guru terbaik bagi anaknya. ibu adalah orang yang paling dekat dan paling bisa mengerti anaknya. Selama sembilan bulan dalam kandungan, dua tahun dalam dekapan, adalah modal yang cukup bagi ibu untuk meyakini bahwa ibulah yang paling dekat dan paling memahami keinginan sang anak. Ibu akan lebih tahu cara terbaik untuk mengajari anaknya, ibu adalah orang yang paling menginginkan anaknya pandai. Kalau seorang ibu meyakini bahwa ia akan bisa mengajari anaknya, maka usaha seorang ibu untuk memandaikan anaknya akan jauh lebih besar dibanding gurunya. setiap hari umumnya ibu adalah orang yang paling lama berada dekat anaknya. Setiap waktu, pada saat memasak, menyiram bunga, atau saat santai, ibu dapat menjelaskan apa saja pada anaknya. Mengapa air mengalir, mengapa ada embun di kaca jendela kalau hujan turun, mengapa, mengapa dan apa jawabannya, bisa ibu jelaskan.
So…, ketika anak tak mau diajari ibunya, jangan salahkan dulu sang anak. Introspeksilah diri kita terlebih dahulu. Mungkin kita kurang sabar, mungkin kita agak malas, mungkin kita terlalu berambisi, dan begitu banyak kemungkinan lain yang harus kita perbaiki. Nah, kepada para ibu selamat menjadi guru terbaik bagi putra-putrinya.

http://www.hidayatullah.com/majalah Edisi 09/XVI 2004 - Jendela Keluarga - Celah

Penulis merupakan salah satu profesi yang belum populer di Indonesia tercinta ini. Profesi penulis masih dipandang sebelah mata. Dapatkah kita hidup layak dengan menulis? Mungkin beberapa uraian berikut dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Seorang penulis sudah dapat dipastikan adalah seorang yang ‘kaya’. Menulis buku atau karya lain berarti memberikan pemikiran kepada orang lain. Orang yang berposisi memberi pasti lebih kaya ketimbang yang diberi. ‘Kaya’ disini berarti kaya ilmu, wawasan, imajinasi dan ide. Bukankah sebelum berkarya seorang penulis harus membaca (bahan bacaan yang tersurat atau yang tersirat). Tulisan bagus hanya akan lahir dari penulis yang lahap membaca. Prinsip inilah yang membuat penulis ‘kaya’

Namun penulis yang sukses juga bisa kaya secara finansial. Beberapa contoh penulis yang dapat kita ambil, misal Asma Nadia, adik Helvy Tiana Rosa, sudah menulis lebih dari 30 buku, dan Asma Nadia minimal menerima royalti Rp30juta tiap 3 bulan, atau Rp10juta tiap bulan. Penulis novel lupus, Hilman, menerima Rp800juta dalam lima tahun penerbitan. Lalu Habiburrahman El-Shirazy, lewat Ayat-ayat Cinta, telah menerima 1.5miliar untuk ratusan ribu buku yang terjual kurang dari empat tahun.

Lalu, Mohammad Fauzil Adhim, penulis yang lekat dengan tema pernikahan dan parenting itu. Dari salah satu buku, 20 judul buku telah ditulisnya, Kupinang Engkau dengan Hamdalah, yang telah terjual 100.000 eksemplar, mendatangkan royalti antara Rp 15 juta - Rp 25 juta per bulan. Dan yang paling fenomental adalah Aidh Al Qarni yang karyanya La-Tahzan, telah terjual jutaan eksemplar di Timur Tengah dan edisi terjemahannya terjual ratusan ribu di Indonesia. Edisi terjemahnya dijual Rp 85.000 per buku. Sementara, rumus rata-rata penerbit saat memberi royalti adalah 10% x harga jual buku x jumlah buku yang dicetak. Berapa yang bisa diterima Aidh Al Qarni? silakan dihitung.

Sebuah buku dapat menjadi best seller jika penting, menarik, bagus dan sedang dibutuhkan masyarakat. Penting, artinya, topik yang dipilih memang bermanfaat bagi publik. Menarik, artinya, temanya menggoda karena menawarkan pengetahuan/hal-hal baru. Bagus, artinya, isi buku digarap secara serius dan dikemas dengan desain cover yang ‘cantik’ serta dengan kualitas cetakan yang prima. Sedang dibutuhkan masyarakat, artinya, kemunculan buku itu bersamaan dengan masyarakat yang sedang memerlukan.

Lihat, AAC hadir sebagai novel pembangun jiwa di saat publik (mulai) muak dengan roman-roman beraroma syahwati nan vulgar. Lalu, terjemah La Tahzan, secara umum, muncul secara tepat ketika bangsa ini dicekam rasa sedih berkepanjangan akibat krisis multidimensi yang sepertinya tak menampakkan tanda segera berakhir.

Profesi menulis merupakan milik setiap orang, tak peduli tua atau muda, kaya atau miskin. Menjadi penulis dapat dijadikan pilihan untuk menopang hidup, namun juga dapat dilakukan sebagai profesi sekunder selain sebagai seorang profesional. Marga T dan Faisal Baraas adalah contoh penulis yang berprofesi ganda. Ayo kita mulai menulis supaya menjadi ‘kaya’ dan kaya.

Disadur bebas dari sumeks, 040307, saat di dog house, Talang Jimar. Penulis artikel M Anwar Djaelani.

Older Posts »