Plumbum

Air merupakan salah satu ciptaan Allah yang sangat spesial dan khas. Air sangat penting untuk kehidupan. Konon zat ini hanya terdapat di planet kita, Bumi dan belum ditemukan di planet lain. Air menutupi 71 % permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik tersedia di bumi. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air).

Definisi lain yang dapat menjelaskan mengenai air adalah benda cair yang sangat halus dan lembut, warnanya tergantung warna tempatnya, dan Allah menjadikan air tersebut sebagai pelepas dahaga bagi manusia yang meminumnya. Fungsi utama air dalam kehidupan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah air sebagai salah satu alat utama untuk bersuci.

Berikut ini adalah salah satu pengelompokan air berdasarkan segi hukumnya:

a. Air Mutlak

Merupakan air yang suci dan dapat mensucikan. Semua air yang tidak ada sifatnya sama sekali. Sekiranya kita tanyakan kepada seseorang, Benda apakah yang ada digelas itu? misalnya, maka mereka akan menjawab “air”. Atau ada sifatnya, tetapi tidak mengikat, misalnya air sumur, maka sifat sumur itu tidak mengikat, misalnya air sumur, maka sifat sumur itu tidak mengikat. Bukankah  jika air tersebut air kita pindahkan ke bak mandi menjadi air bak mandi, atau kita letakkan digentong menjadi air gentong. Atau kita alirkan ke sungai menjadi air sungai. Air macam  ini juga dikatakan air mutlak. lain halnya seperti air kelapa, dimanapun kita letakkan air kelapa tersebut, orang akan selalu mengatakan bahwa air tersebut air kelapa. Maka hukum air tersebut suci dan boleh dikonsumsi, tapi tidak dapat digunakan untuk thoharoh karena air itu terkait dengan sifat yang melekat.

b. Air yang suci tapi tidak dapat digunakan untuk bersuci

Air semacam ini terbagi menjadi dua macam:

1. Air Musta’mal

Merupakan air bekas digunakan untuk thoharoh yang wajib seperti wudhu’ wajib. akan tetapi air itu tidak dihukumi air musta’mal kecuali jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:

a. Air itu adalah air yang sedikit, yaitu air yang kurang dua qullah (216 liter). Jika air tersebut dua qullah atau lebih, maka tidak akan menjadi air musta’mal walaupun digunakan berulang-ulang untuk bersuci.

b. Air itu digunakan untuk bersuci yang wajib. Lain halnya jika air tersebut digunakan untuk bersuci yang sunah, seperti memperbaharui wudhu, mandi sunnah, dan lain-lain. Maka air bekasnya ditampung lalu digunakan lagi untu bersuci tidak apa-apa, karena air itu tidak dihukumi air musta’mal.

c. Air tersebut sudah terpisah dari anggota badan. Lain halnya jika air itu masih mengalir dianggota badan, maka belum dihukumi air musta’mal, hingga air itu terpisah dari badannya.

d. Ketika menggunakan air tersebut tidak berniat berniat mengambil air itu dari tempatnya untuk digunakan diluar tempat tersebut. Maka air yang tersisa ditempat tersebut tidak menjadi musta’mal. Dan jika tidak berniat seperti itu, begitu kita memasukkan tangan untuk mengambil air ditempat itu setelah basuhan pertama tentunya langsung menjadi air musta’mal.

2. Air Mutlak yang berubah sifatnya

Sedangkan jenis air kedua dari air yang dihukumi suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci adalah air mutlak yang berubah salah satu dari sifatnya atau semuanya (bau, warna dan rasanya). Misalnya air tersebut berubah dikarenakan bercampur dengan sesuatu yang suci, seperti air teh, kopi, sirup dan lain-lain. Maka hukumnya suci dapat dikonsumsi, tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci. Sama hukumnya seperti air musta’mal asalkan air itu memenuhi syarat-syarat berikut ini:

a. Berubahnya air itu dengan sesuatu yang suci, lain halnya jika berubahnya karena sesuatu yang najis, maka air itu dihukumi najis.

b. Berubahnya dengan perubahan yang banyak sekiranya tidak lagi dinamakan air, seperti air teh, kopi dan lain-lain. lain halnya jika perubahannya sedikit, agak keruh, dan lain-lain akan tetapi nama air masih melekat pada air itu, maka tidak berubah hukum asalnya yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci.

c. Berubahnya air itu dengan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari air tersebut atau tidak dapat dibedakan dengan pandangan mata mana yang air dan mana sesuatu yang merubahnya tersebut seperti kopi, maka kita tidak dapat membedakan mana air dan mana kopinya dan tidak dapat dipisahkan air dan kopinya setelah keduanya sudah menyatu.

d. Menjaga air itu dari sesuatu yang dapat merubah sifat air tersebut adalah pekerjaan yang mudah. Lain halnya jika menjaga air tersebut supaya tidak tercampur dengan sesuatu, itu sulit untuk dilakukan, maka hukum air tersebut tetap tidak berubah, yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci, seperti air yang bercampur dengan lumut, atau tanah disungai.

C. Macam -macam air yang makruh digunakan untuk bersuci

Ada beberapa macam air yang jika kita gunakan untuk bersuci makruh hukumnya, akan tetapi sah nya, yaitu macam-macam air dibawah ini:

1. Air yang sangat panas, karena ditakutkan orang yang menggunakannya tidak akan menyempurnakan wudhlunya

2. Air yang sangat dingin, karena juga ditakutkan orang yang menggunakannya tidak dapat menyempurnakan wudlunya

3. Air yang berada ditempat yang pernah diturunkan Adzab oleh Allah ditempat itu. Karena ditakutkan ada Adzab susulan dan juga karena semua hal yang ada ditempat tersebut akan membawa sesuatu yang tidak berkah.

4. Air yang panas karena sengatan matahari. adapun sebab makruhnya menggunakan air tersebut, karena dari bejana yang terkena sengatan matahari itu akan mengeluarkan dzat yang akan menyebabkan orang yang menggunakannya terkena penyakir lepra.

d. Air Mutanajjis

Adapun macam air yang ketiga adalah air yang terkena benda najis dan dinamakan air mutanajis. sedangkan hukum air tersebut diperinci sebagai berikut:

Jika air tersebut sedikit (kurang dari dua qullah/216 liter) lalu kejatuhan benda najis, maka hukum air tersebut manjadi najis walaupun tidak berubah sifatnya (bau, warna maupun sifatnya)

Dan jika air itu banyak (dua qullah atau lebih) lalu kejatuhan najis, maka air itu tidak dihukumi najis, kecuali jika berubah salah satu sifatnya (warna, bau ataupun rasanya.

Air banyak manfaatnya yang sangat banyak tapi juga salah satu sumber bencana, jika Allah menghendaki.

Sumber: sebuah buku

Tags: , ,
Transportasi kian ada perkembangan dalam pemanfaatan teknologi informasi selain hal tersebut kerjasama antar BUMN juga terjalin dengan baik. Dapat dilihat dari artikel dibawah ini, terlihat kerja sama antara PT. KA dan PT. POS serta PT. Telkom. Hal seperti perlu terus ditingkatkan sehingga Indonesia semakin maju dan terpandang. :) sumber: Website PT. KA

Untuk KA Komersial ( Eksekutif dan Bisnis )

A. Penjualan dan pemesanan di Loket stasiun PT. KA.
  1. Penjualan melalui loket di stasiun dilayani atau dibuka mulai 3 (tiga) jam sebelum keberangkatan KA yang dimaksud.
  2. Untuk pemesanan tiket, dilayani mulai 30 hari sampai dengan 3 jam sebelum keberangkatan.
  3. Pembayaran tiket sesuai dengan tarif KA yang bersangkutan.
B. Pemesanan lewat Pusat Reservasi
  1. Pembelian atau pemesanan tiket KA dilayani mulai dari 30 hari sampai dengan jam sebelum keberangkatan KA yang dimaksud.
  2. Calon bisa datang langsung untuk memesan tiket dengan membayar sesuai tarif dan yang bersangkutan bisa langsung memperoleh tiket yang diinginkan.
C. Penjualan lewat Agen
  1. Penjualan lewat agen ini dilayani mulai dari 30 hari – 1 hari sebelum keberangkatan KA yang dimaksud
  2. Calon penumpang bisa datang langsung untuk membeli tiket dengan membayar sebesar tarif plus ekstra charge dan bisa langsung memperoleh tiket yang diinginkan.
  3. Penjualan lewat agen ini hanya melayani penjualan tiket KA untuk penumpang dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
D. Penjualan lewat Call Center
  1. Penjualan atau pemesanan melalui sistem ini dilakukan di Call Center KA melalui nomor panggilan 121 dan 021 – 21391121.
  2. Setelah itu penumpang akan mendapatkan kode booking / kode bayar yang selanjutnya penumpang dapat melakukan pembayaran lewat e-banking.
  3. Untuk saat ini bank yang bisa melayani adalah ATM Bank Mandiri, Bank BII, Bank BRI dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah.
  4. Pembayaran dilakukan maksimal 3 (tiga) jam setelah mendapatkan kode booking.
  5. Resi pembayaran ATM kemudian ditukarkan ke loket penjualan di stasiun yang sudah online.
  6. Pemesanan tiket dianggap batal jika pembayaran melalui ATM tidak dilakukan dalam periode waktu 3 jam tersebut.
  7. Pemesanan tiket lewat Call Center ini dilayani mulai 30 hari sampai dengan 1 hari sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan.
  8. Pemesanan tiket tersebut hanya untuk tiket dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
E. Penjualan lewat loket PT. POS
  1. Penjualan dengan sistem ini dilayani mulai 30 hari sampai dengan 2 hari sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan.
  2. Pemesanan / penjualan dengan sistem ini dilayani di loket kantor Pos yang sudah online.
  3. Dalam pemesanan / penjualan tiket dengan sistem ini, calon penumpang bisa langsung membayar tiket KA sebesar tarif plus ekstra charge.
  4. Kemudian calon penumpang memperoleh resi atau bukti pembayaran yang oleh calon penumpang akan digunakan untuk menukarkan tiket di stasiun.
  5. Pada resi yang diberikan oleh PT. POS ini sudah ada informasi mengenai KA, tanggal keberangkatan, al dan tujuan, dan juga ada informasi kode booking / kode bayar yang akan dipakai stasiun untuk mencetak tiket.
  6. Pemesanan / pembelian tiket KA melalui sistem ini juga hanya melayani penumpang dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
Untuk KA Ekonomi :
A.
Pada prinsipnya penjualan tiket KA Ekonomi dilakukan secara langsung di loket stasiun sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan
B.
Beberapa Daop tempat pemberangkatan awal KA melayani pemesanan tiket KA Ekonomi yang pelaksanaannya diatur sesuai kebijakan Daop masing-masing
C.
Untuk KA kelas Ekonomi yang sudah menggunakan tiket komputer baru 3 Daop, yaitu Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung dan Daop 8 Surabaya ; itupun baru dari stasiun awal pemberangkatan KA

Itsar dan Empati sepertinya merupakan dua kata yang memiliki kemiripan dari segi pengertian dan makna. Bedanya Itsar berasal dari bahasa Arab sedangkan Empati berasal dari bahaya Yunani. Bedanya lagi mungkin masih banyak, meski persamaan juga banyak. Keduanya sangat layak untuk kita pupuk dalam kehidupan besosial dan bermasyarakat, bahkan sangat layak jika kita bertujuan untuk membentuk kehidupan masyarakat yang maju dan terpandang.

Empati berasal dari bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti “ketertarikan fisik”. Sehingga dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang. Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati juga sering disebut resonansi perasaan. ya… Resonansi adalah ikut bergetarnya benda lain karena persamaan frekuensi. Sedemikian hingga jika kita ingin bisa empati kita musti menyamakan frekuensi kita dengan yang bersangkutan.

Empati sangat diperlukan dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat, karena empati yang timbul membuktikan bahwa kita masih memiliki perasan, perasaan yang mampu beresonansi dengan perasaan orang lain meski kita tidak mengalami sendiri. Sedangkan dengan terbuktinya ada perasaan dalam diri kita membuktikan bahwa kita masih Manusia yang hidup.

Itsar adalah sikap dan perasaan mementingkan saudaranya diatas kepentingannya sendiri, dengan Itsar betapa indahnya dan majunya kehidupan masyarakat yang akan terbentuk. Namun perlu diingat bahwa Itsar dapat diterapkan dalam segala hal dalam kehidupan ini, kecuali dalam hal ibadah, karena dalam hal ibadah kita salang berlomba untuk melakukan yang terbaik dan dengan cara yang baik.

Banyak referensi yang cukup meyakinkan akan keindahan penerapan sikap Itsar dalam kehidupan bermasyarakat.Salah satunya disebutkan dalam kejadian  Alquran yang  mengemukakan kepada kita gambaran yang terang tentang masyarakat Islam di Madinah yang nampak di dalamnya makna itsar dan pengorbanan, tidak pelit dan tidak bakhil. Allah berfirman:

“Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al Hasyr: 9)

Itsar dan Empati merupakan dua hal yang sangat perlu dipupuk dalam kehidupan masyarakat kita saat ini. Merupakan pondasi dasar yang diperlukan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Dua Hal yang dapat menyatukan segala perbedaan. Kedua hal tersebut bukan hal yang mudah untuk dilakukan, berbagai ego, kepentingan dan penyakit hati sering menghalangi. Namun layak kita coba untuk memulai memupuknya dari sekarang dan dari yang kecil dan sederhana.

“Sebaik-baik pemimpin kamu adalah orang-orang yang kamu mencintai mereka dan mereka mencintai kamu, kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakan kamu.” (HR. Mus1im)

Kecantikannya sementara dan sebentar lagi akan lenyap.
Ia juga akan segera menua sehingga tidak ada seorangpun yang sudi melihatnya.
Jika tidak mandi, maka bau busuk akan keluar dari badannya, kutu akan memenuhi rambutnya, bau tak sedap akan keluar dari mulutnya dan giginya akan menguning.
Jika ia tak menyisir rambutnya, maka ia akan terlihat mengerikan.
Ia tidak setia, sehingga hari ini ia bersamamu, dan ketika kamu mati, ia akan pergi bersama orang lain.

Kecantikannya abadi
Ketika ia tersenyum, sinar cahaya muncul dari giginya.
Pakaiannya berwarna tujuh puluh ribu macam yang bersinar dari pakaian itu.
Jika ia harus menunjukkan pakaiannya, maka matahari akan terlihat suram-redup.
Jika ia berbicara dengan yang mati, maka orang yang mati itu akan hidup.
Demikian setianya, sehingga aku dapat melihat gelombang cinta yang pasang dihatinya.
Jika ia meludah di air yang pahit, maka air itu pun akan menjadi manis.
Ia suka bergadang di akhir malam untuk melakukan sholat Tahajjud.

Oleh Malik bin Dinar

Tags: ,

Masalah belajar sudah pernah diulas pada belajar ini dan belajar itu meski belum lengkap dan masih perlu banyak revisi, namun ini adalah juga merupakan sebuah tahapan belajar. Belajar mengajar, ya, sebuah proses yang seperti mbulet, apakah untuk mengajar perlu belajar, eh, ternyata iya. Bahkan untuk mencapai kompetensi untuk bisa mengajar kita perlu belajar, banyak bahkan, baik dari pengalaman maupun pengajar lainnya.

Pengalaman sebagai pelajar dapat sedikit kita jadikan acuan untuk menjadi pengajar. Yang posisi kita sebagai pelajar setidaknya memberikan rasa empati ketika kita sebagai pengajar, karena jika saya mengajar seperti ini maka pelajar akan merasa seperti itu. Namun, karakter seseorang juga akan sangat akan berpengaruh terhadap gaya mengajar seseorang.

Pengalaman yang kedua adalah pengalaman sebagai pengajar itu sendiri. Seperti peribahasa semakin banyak makan garam pengajar, kita akan tau kekurangan yang musti dieliminir seiring dengan kelebihan yang senantiasa akan kita pupuk supaya tambah subur. Perbaikan seiring dengan pengalaman ini maka kita akan menemukan gaya mengajar yang sesuai dengan karakter kita dan diterima oleh para pelajar kita.

Mengajar merupakan proses menyampaikan materi yang kita ketahui ke para pelajar yang belum mengetahui. Mengajar bisa berkaitan dengan mendidik, meski memiliki arti yang sedikit berbeda. Mengajar lebih condong ke sudut pelajaran yang berupa ilmu pasti dan sosial, namun Mendidik lebih condong ke sudut ahklak, perilaku dan sifat. Karena jika kita lihat dari sudut jenjang akademis maka prosentase mengajar dan mendidik akan berbeda pada setiap tingkat, jika kita sadari.

Pada masa Taman Kanak-kanak, disini lebih banyak berlangsung proses mendidik jika dibanding mengajar. Bisa dikatakan prosentasenya adalah 90% untuk mendidik dan 10% untuk mengajar. Jenjang berikutnya, Sekolah Dasar 80% untuk mendidik dan 20 % untuk mengajar, dan akan terus berkurang prosentase mendidik sedang prosentase mengajar bertambah setiap kenaikan kelas. Dan akhirnya, sudah sangat sedikit prosentase mendidik yang diberikan kepada para mahasiswanya. Salah satu alasannya adalah bertambahnya kedewasaan, meski itu semua relatif.

Yuk tetap belajar untuk bisa mengajar dan mendidik dengan baik, guna menyiapkan generasi masa depan yang cemerlang hati dan otaknya.

Lead

Posted on: May 1, 2009

Lead is what makes the world go

Lead is the material that even superman can’t see it through

Lead is soft and highly flexible

Lead is the heaviest material

Lead is heavy but it is float

Lead is indestructible but the most recycling

Ya Allah
Ampunilah aku
Tentang apa yang tidak
Mereka ketahui
Pada diriku

Ya Allah
Jadikanlah aku lebih baik
Dari apa yang mereka duga
Tentang diriku

(Abu Bakar Ash Shiddiq)

Tags:

Categories

August 2014
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Comments

Adlan on HSE
imam on Safety
Bowo Rusena on HSE
Hery on HSE
cahclp on HSE
girlshopaholic on HSE
Pengertian HSE | on HSE

Blog Stats

  • 85,869 hits

Top Clicks

  • None

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.